Resep Legitnya Dodol Garut

Diposkan oleh Gede Widi | 10.34 | 1 komentar »
KODE PPC ANDA

Dua varian dodol yang dikenal adalah dodol Garut dan dodol zebra. Mengunjungi suatu daerah tanpa mencicipi makanan khas daerah tersebut, rasanya kurang lengkap. Karena itu, jika suatu hari berkunjung atau melintasi Kabupaten Garut, Jawa Barat, jangan lupa mencicipi legitnya si hitam manis dodol Garut. Banyak masyarakat di kota berjuluk ''Kota Intan'' itu yang memilih untuk menjadi produsen dodol Garut. Salah satunya adalah Hj. Ai Maskanah (60 tahun), yang memproduksi dodol Olympic. Perempuan yang sudah 30 tahun berkecimpung di bisnis pembuatan dodol ini mengungkapkan, ia memperoleh resep pembuatan dodol Garut dari neneknya. Namun diakuinya, resep yang digunakan saat ini dan sudah dibakukan di perusahaannya, berbeda dengan resep warisan neneknya dulu.

Sebagai contoh, ibu dari 12 anak ini menjelaskan, dulu agar dodol awet dan lezat rasanya, digunakan telur sebagai salah satu bahan penyedap sekaligus pengawet. Kini, ujar Ai, akibat naiknya harga-harga bahan baku sementara harga jual harus ditekan, bahan pengawet dan penyedap itu diganti lemak sapi dan mentega. Namun Ai memastikan, dodol Garut produksinya tak kehilangan kelegitannya.

Untuk membuat dodol Garut yang nikmat di lidah, istri H Basir Sirojudin Ahmad ini memaparkan, ia selalu memilih bahan-bahan berkualitas tinggi untuk bahan baku produk dodolnya. Hal ini menyebabkan harga jual dodolnya tak bisa serendah produk buatan pengusaha lain. Sebaliknya, harga jual dodol produksinya tak semahal dodol yang diproduksi salah satu produsen market leader di Garut. ''Memang ada pelanggan yang sempat beralih ke produsen lain. Tapi setelah mencicipi rasanya, mereka kembali lagi ke kita,'' ujar Ai saat ditemui Republika di pabriknya di Jalan Pasundan, Garut.

Mengenal si zebra
Mengenai jenis produk dodol, Ai mengatakan, secara umum, ada dua jenis dodol yang saat ini ada di pasaran. Yaitu, dodol Garut yang berwarna coklat tua dan coklat muda (atau campuran keduanya) serta dodol zebra. Sesuai namanya, dodol zebra ini bercorak dan berpola seperti kulit zebra. Bedanya, warna dodol ini tak melulu hitam-putih, tetapi ada yang berwarna coklat-putih, hijau-putih, merah-putih atau lainnya, sesuai dengan rasa penyedapnya.

Dijelaskan Ai, perbedaan paling mendasar antara kedua jenis dodol ini, adalah rasa dan daya tahannya. Dodol Garut klasik, umumnya bisa bertahan hingga tiga bulan. Sedangkan dodol zebra hanya bertahan 1,5 bulan saja. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang agak berbeda. ''Kalau dodol Garut diaduk-aduk di wajan selama tiga jam, kalau dodol zebra hanya dua jam saja,'' tutur pengusaha yang pada 15 Februari lalu menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, sebagai satu dari 10 pengusaha wanita mandiri di Garut.

Menurut Ai, jika adonan dodol zebra diaduk sama lamanya dengan adonan dodol Garut, maka dodol tersebut tak akan bisa dibungkus. Secara umum, dodol Garut atau zebra dibuat dari bahan-bahan seperti tepung ketan, tepung terigu, gula, kelapa, dan penyedap. Cara membuatnya, santan kental dimasak di dalam wajan besar. Ketika santan mendidih, masukkan adonan terigu yang sebelumnya sudah dicampur santan cair, ke dalam wajan tersebut. Adonan diaduk terus hingga hampir matang. Ciri kematangan dodol adalah jika adonan sudah tak lengket di pengaduk.

Setelah kematangan adonan sekitar 80 persen, kata Ai, masukkan gula, penyedap dan pengawet ke dalam adonan tersebut yaitu lemak sapi dan penambah rasa (essens). Jika diperlukan pewarna, masukkan juga setelah itu. Kemudian dilakukan pengadukan lagi hingga matang 100 persen. Proses selanjutnya adalah memasukkan adonan tersebut ke dalam loyang, lalu didinginkan selama 24 jam. Keesokan harinya, dodol dikeluarkan dari loyang lalu diiris kecil-kecil seukuran jari telunjuk orang dewasa.

Usai dipotong, dodol dikemas dengan plastik yang sudah dipasangi merek. Untuk dodol Garut, kemasannya bukan plastik, tetapi kertas khusus yang sudah bermerek. Langkah selanjutnya adalah mengemas dodol-dodol tersebut ke dalam dus. Dodol kemudian dibungkus dengan plastik luar dan siap dikirimkan. Ai menuturkan, saat ini pemasaran dodol buatannya sudah menyebar hingga ke luar Jawa. Di Garut sendiri, dodol bermerk Olympic memasok para pedagang di tingkat eceran.

`'Kami tak buka showroom, tapi langsung menjual ke para pedagang,'' ujarnya seraya menambahkan saat ramai omzetnya bisa mencapai Rp 500 juta-Rp 600 juta. Namun Ai mengaku bahwa sejak harga BBM naik dan kenaikan harga beras, usahanya agak sepi. Jika sedang tak ada pesanan, ia pun meliburkan karyawannya. ''Bagaimana lagi? Biaya produksi makin besar,'' ujarnya. Mengenai merek dagangnya, Ai mengatakan, ada beberapa merek lain selain Olympic. Terutama, bagi para pembeli dari luar kota atau luar Pulau Jawa. Merek-merek itu, kata Ai, sesuai dengan permintaan pembeli --yang statusnya pedagang juga. Namun, ia menambahkan, kualitas nomor satu adalah yang bermerek Olympic dengan motto ''Rasa yang disempurnakan''.

Resep Dodol Garut

Bahan-bahan :
Tepung ketan : 16-17 kg
Tepung terigu : 1 kg
Gula pasir : 30 kg
Lemak sapi secukupnya
Mentega secukupnya
Pewarna makanan (jika diperlukan)
Bubuk coklat (jika diperlukan)
Kelapa 25 butir (dibuat santan kental dan santan cair)

Cara membuat :
1. Santan kental dimasak di dalam wajan besar hingga mendidih.
2. Adonan tepung yang sudah dicampur dengan santan encer dimasukkan ke dalam wajan.
3. Aduk terus sampai 80 persen matang, jika perlu dicicipi.
4. Masukkan gula, sambil aduk terus.
5. Masukkan lemak sapi, sambil diaduk terus.
6. Masukkan penyedap coklat/pewarna jika diperlukan, sambil diaduk terus hingga matang 100 persen.
7. Angkat dari kompor, masukkan ke dalam loyang-loyang yang telah disiapkan sebelumnya. Didinginkan selama satu malam.
8. Keesokan harinya, dodol siap dipotong-potong dan dibungkus. Dodol yang diproduksi ini menjadi sekitar 59-60 kg dodol bungkus. ***

----------------------------------------------------------
source: artikel Republika

KODE PPC ANDA

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

1 komentar

  1. Ruly Abdillah Ginting // 20 Januari 2012 20.59  

    salam pelaut batam